PENDAHULUAN
Di tengah maraknya persaingan bisnis saat ini, tidak
heran jika mempertahankan suatu usaha menjadi lebih sulit. Selain banyaknya
kompetitor yang bermunculan, produk yang ditawarkan pun semakin banyak sehingga
daya saing dituntut untuk semakin tinggi. Meski demikian, hal ini didukung oleh
tingginya permintaan dari konsumen, sehingga ini bisa membuka peluang yang
lebih besar untuk para pengusaha.
Salah satu bisnis yang kini tengah dilirik adalah bisnis
makanan/ kuliner. Selain startup yang relatif lebih mudah dan modal yang lebih
kecil, semua orang pastilah butuh makan. Apalagi, sekarang makan sudah menjadi
bagian dari gaya hidup masyarakat. Tak heran sekarang banyak bisnis makanan
bermunculan, mulai dari penjaja makanan kaki lima hingga restoran bintang lima.
Akan tetapi, meningkatnya jumlah pemain di industri makanan menyebabkan tergesernya para pengusaha lama yang sudah bergerak di industri ini dan menyebabkan turunnya daya saing mereka. Banyak pengusaha kecil bisnis makanan yang memiliki keterbatasan modal dan pengetahuan tersisih dari persaingan dan mengalami penurunan jumlah penjualan.
Akan tetapi, meningkatnya jumlah pemain di industri makanan menyebabkan tergesernya para pengusaha lama yang sudah bergerak di industri ini dan menyebabkan turunnya daya saing mereka. Banyak pengusaha kecil bisnis makanan yang memiliki keterbatasan modal dan pengetahuan tersisih dari persaingan dan mengalami penurunan jumlah penjualan.
Salah satu bisnis kuliner kecil yang mulai tersisih
adalah warteg. Kalau dulu warteg merupakan “primadona” di kalangannya, kini
orang mulai beralih ke rumah-rumah makan yang menjamur. Hal ini tentu saja
berakibat pada menurunnya omzet warteg, apalagi ditambah dengan keterbatasan
yang dimiliki oleh usaha kecil seperti warteg.
Beberapa kendala yang dialami warteg antara lain
keterbatasan dana, keterbatasan sumber daya, dan keterbatasan pengetahuan.
Karena warteg biasa didirikan tanpa perhitungan bisnis yang matang layaknya
perusahaan mapan, kerap kali warteg tidak punya strategi dalam menghadapi
kompetitor yang bermunculan.
Oleh karena itu, kami sebagai mahasiswa manajemen Universitas Bina Nusantara ingin berkontribusi membantu para pengusaha warteg dengan ilmu yang telah kami pelajari di kelas. Hal ini akan kami wujudkan dengan cara membantu pengusaha warteg yang telah kami pilih untuk diberi pelatihan manajemen mengenai cara mengatur pembukuan, mengelola inventori, menjaring pasar, serta membantu mereka menyelesaikan kendala-kendala umum yang mereka hadapi.
Oleh karena itu, kami sebagai mahasiswa manajemen Universitas Bina Nusantara ingin berkontribusi membantu para pengusaha warteg dengan ilmu yang telah kami pelajari di kelas. Hal ini akan kami wujudkan dengan cara membantu pengusaha warteg yang telah kami pilih untuk diberi pelatihan manajemen mengenai cara mengatur pembukuan, mengelola inventori, menjaring pasar, serta membantu mereka menyelesaikan kendala-kendala umum yang mereka hadapi.
Project ini akan kami lakukan secara kontinyu dan
bertahap melalui rangkaian pelatihan yang terpadu. Diharapkan ini dapat
membantu pengusaha warteg dalam menghadapi persaingan yang ada sembari kami
juga mengaplikasikan ilmu kami secara nyata di masyarakat.
TUJUAN
- Membantu pengusaha warteg untuk mengatasi kendala bisnisnya.
- Memberi pengetahuan dan keterampilan baru bagi pengusaha warteg.
- Berkontribusi kepada masyarakat melalui ilmu yang kami miliki.
- Ingin mempraktekkan ilmu yang kami pelajari di bangku kuliah.
- Untuk memenuhi tanggung jawab kami terhadap mata kuliah CB.
RENCANA
WAKTU DAN KERJA
Kami
berencana untuk menjalankan program kerja ini pada tanggal 31 Maret - 3 April
(atau mungkin lewat, disesuaikan dengan kapan materi selesai) dengan durasi 1-2
jam di tiap pertemuan. Metodenya, kami akan mempraktekkan secara langsung
materi pelatihan dan turun tangan membantu mereka dalam menjalankan bisnisnya.
Warteg
yang akan kami pilih lokasinya di sekitar Kemanggisan, di mana banyak pedagang
makanan menjamur. Kami akan memilih warteg yang kami anggap sepi dan membantu
mereka menjalankan operasional
Kemungkinan,
kami juga akan membawa alat bantu dan alat peraga untuk memudahkan proses
pelatihan, seperti laptop, buku, kalkulator, dll.
Berikut
rincian materi yang akan kami sampaikan.
- Pelatihan mengelola pembukuan
- Pelatihan mengelola inventory
- Pelatihan mengenai marketing
- Pelatihan sesuai permintaan*
*Kami akan bertanya secara langsung mengenai kendala
mereka dan menyusun materi sesuai ilmu manajemen untuk membantu mereka
menyelesaikan kendala tersebut.
TIMETABLE
TANGGAL
|
MATERI
|
METODE
PENGAJARAN
|
31 Maret
2015
|
Pengelolaan
pembukuan
|
Diajarkan
langsung dengan buku
|
1 April 2015
|
Pengelolaan
inventory
|
Praktek
hands-on
|
2 April 2015
|
Pengelolaan
marketing
|
Mengajak
brainstorming mengenai ide marketing
|
3 April 2015
|
Pelatihan
sesuai permintaan
|
Disesuaikan
|
**Waktu akan disesuaikan dengan jam kuliah.
***Apabila ada pelatihan yang memerlukan lebih dari satu
kali pertemuan, maka hari akan digeser ke hari berikutnya.
LOKASI
Warteg 58 di Kemanggisan (dekat Kampus Binus Syahdan)
ANGGOTA KELOMPOK
Linda (1701312003)
Agustina (1701316992)
Ivan Kristian (1701309841)
Cika Yolanda (1701364026)
David (1701316286)
-Kelas LI21-
LOKASI
Warteg 58 di Kemanggisan (dekat Kampus Binus Syahdan)
ANGGOTA KELOMPOK
Linda (1701312003)
Agustina (1701316992)
Ivan Kristian (1701309841)
Cika Yolanda (1701364026)
David (1701316286)
-Kelas LI21-
No comments:
Post a Comment