Kegiatan ini dimulai dengan pelatihan pertama pada tanggal 6 April 2015 dengan materi Pengelolaan Inventory. Materi ini membahas bagaimana cara menyimpan bahan dan perlengkapan memasak dengan baik dan bersih. Dari pengelola warteg kami mendapatkan informasi mengenai kendala-kendala dalam mengelola bahan baku warteg, salah satunya kesulitan dalam mencari bahan baku yang murah karena harga bahan baku yang kini kian meningkat, sementara harga tidak mungkin dinaikkan. Berikut rangkuman pengelolaan inventory yang kami sampaikan:
a. Mengelola Inventory
- Perhatikan warteg lain, dari mana sajakah pemilik warteg membeli bahan baku yang mereka perlukan, lalu analisis dan bandingkan terhadap harga bahan-bahan kebutuhan mereka.
- Mencari pusat penyalur bahan baku partai besar yang memberikan bahan baku dengan harga murah. Utamakan kualitas, jangan pernah sedikitpun berpikir untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda dari bahan dengan kualitas biasa yang dijual dengan harga tinggi. Utamakan kepuasan pelanggan.
- Dalam hal pemilihan rekanan, sebaiknya lebih selektif dan memiliki daftar calon rekanan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, dapat membandingkan segi kelayakan harga dengan kualitas.
- Persiapkan berbagai kebutuhan atau peralatan yang dapat menunjang bisnis. Rincikan secara jelas apa-apa saja yang dibutuhkan.
b. Mengontrol Kualitas Produk
- Salah satu kelemahan dari usaha warteg adalah bahan bakunya tidak bertahan lama. Untuk mengatasinya, sajikan menu yang harganya murah dan pasti laku seperti brokoli, telor dadar, atau tahu tempe.
- Pastikan setiap fasilitas yang tersedia, baik dari hal-hal besar seperti meja, kursi sampai hal-hal kecil seperti piring dan sendok tersedia dengan bersih.
- Untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan, tentunya salah satu poin yang sangat penting adalah menggunakan bahan baku yang segar dan siap pakai. Untuk permulaan, Anda bisa melakukan survey ke pasar dalam membeli bahan baku. Anda perlu turun tangan sendiri dalam hal ini. Jangan sampai karena ingin mengemat biaya, Anda membel bahan seadanya. Bila Anda sudah memiliki langganan di pasar, bisa didekati untuk menjadi supplier kebutuhan warung Anda. Jadi Anda tak perlu repot-repot ke pasar lagi.
- Perhatikan juga menu yang laku dan tidak laku, analisis minat konsumen yang berkunjung ke warteg Anda.
- Selalu perhatikan kebersihan tempat, baik tempat konsumen menikmati makanan, dapur, ataupun tempat penyimpanan bahan baku.
| Karyawan Warteg - Ibu Pemilik Warteg - Ivan - Cika - Linda - Agustina - David |
No comments:
Post a Comment