REALISASI KJP DI SMP 131 JAKARTA SELATAN DALAM PENERAPAN MATA KULIAH CHARACTER BUILDING BERSAMA TEACH FOR INDONESIA
Kelas : LI21
Dosen : D3094 - Yustinus Suhardi Ruman, S.FIL.,M.SI,
Waktu :
1. Kamis, 22 Oktober 2015 (hari pertama)
2. Rabu, 28 Oktober 2015 (hari kedua)
Pukul :
1. 13:00 – 15.30 (hari pertama)
2. 08.45 – 13.00 (hari kedua)
Lokasi : Jl. RM. Kahfi 1, Kota Jakarta Selatan
Tim yang hadir (hari pertama) :
Ketua : Cika Yolanda
Angggota :
1. Raisya Rahmatia
2. Putri Lestari
3. Gerard C.
4. Nugraheni Tiyasarum
5. Dian Silmy Kaffah
Tim yang tidak hadir (hari pertama) :
1. Nadya Putri
2. Aslamia
*tidak dilakukannya dokumentasi foto bersama di hari pertama
*tidak dilakukannya dokumentasi foto bersama di hari pertama
Tim yang hadir (hari kedua) :
Ketua : Cika Yolanda
Angggota :
1. Raisya Rahmatia
2. Nadya Putri
3. Aslamia
4. Putri Lestari
6. Nugraheni Tiyasarum
7. Dian Silmy Kaffah
Tim yang tidak hadir (hari kedua) :
1. Gerard C.
![]() |
| Putri - Aslamia - Tyas - Cika - Ibu Ida (Humas SMPN 131) - Nadya - Raisya - Silmy |
Pada laporan ini kami akan menjelaskan realisasi dari kegiatan kami yang keempat di hari pertama di SMP 131 Jakarta yaitu sebagai berikut:
HARI PERTAMA
Waktu
|
Kegiatan
|
Lokasi
|
13.00 – 13.30
|
Perjalanan menuju SMP 131 dari SDN
Pondok Labu 13
|
|
13.30 – 15.30
|
Kegiatan wawancara KJP
|
Lab. Fisika SMP 131 Jakarta
|
Kami menuju SMP 131 Jakarta pukul 13.00 setelah kami melakukan realisasi KJP di SDN Pondok Labu 13 pada pagi harinya. Kami menempuh perjalanan selama 30 menit. Sesampainya di SMP 131 Jakarta kami menuju ruang staff untuk menemui Ibu Ida selaku humas SMP 131 Jakarta. Sebelumnya, kami sudah melakukan janji dengan Ibu Ida seperti yang sudah kami laporkan pada Laporan Kegiatan 2. Ibu Ida menyambut kami dengan ramah dan kami pun di arahkan menuju Lab Fisika untuk melakukan wawancara bersama murid-murid penerima KJP SMP 131 Jakarta.
Saat itu juga pihak sekolah memberikan pembertahuan agar anak-anak penerima KJP segera datang ke Lab Fisika. Tidak lama kemudian mereka semua berkumpul dan kami pun menjelaskan maksud dan tujuan kami kepada mereka dan langsung memulai melakukan kegiatan. Data yang kami terima dari TFI menunjukkan bahwa penerima KJP di sekolah ini adalah 26 orang, namun karena data tersebut adalah data tahun lalu sehingga anak kelas 9 sebanyak 1 orang sudah lulus. Jadi kami akan mewawancarai sebanyak 25 orang. Ternyata beberapa anak sudah pulang, sehingga kami hanya mewawancarai 8 orang anak dan akan melanjutkan mewawancarai 17 orang lagi pada hari kedua.
![]() |
| Putri membimbing salah satu siswa penerima KJP |
![]() |
| Gerard membimbing beberapa siswa penerima KJP |
![]() |
| Raisya membimbing beberapa siswa penerima KJP |
![]() |
| Beberapa siswa penerima KJP |
Metode yang kami terapkan pada wawancara SMP berbeda dengan SD, jika SD kami membagi anggota kelompok kami untuk membimbing satu-satu anak, sedangkan SMP kami mempersilahkan masing-masing siswa untuk menjawab sendiri form pertanyaan namun tetap kami bimbing bila ada siswa yang kurang mengerti dengan pertanyaan yang ada di form tersebut. Sambil Gerard, Raisya dan Putri membimbing mereka, Silmy mendokumentasikan proses wawancara siswa sedangkan Cika dan Tyas melakukan wawancara KJP pihak sekolah dengan Ibu Nurjannah selaku wali kelas 9-4 di ruang guru SMPN 131 Jakarta.
Karena sebagian murid penerima KJP berhalangan hadir untuk wawancara akhirnya kami berunding dan memutuskan untuk kembali lagi ke SMP 131 Jakarta pada hari Rabu 28 Oktober 2015 saat libur kuliah. Waktu menunjukan pukul 15.30 dan akhirnya kami segera menemui Ibu Ida selaku Humas SMP 131 untuk berpamitan pulang dan kami pun kembali ke Binus University.
Seminggu kemudian pada tanggal 28 Oktober 2015 kami melanjutkan kegiatan keempat kami di hari kedua yaitu sebagai berikut :
HARI KEDUA
Waktu
|
Kegiatan
|
Lokasi
|
08.00 – 08.45
|
Berkumpul
|
Circle K Cakra Anggrek
|
08.45 – 10.00
|
Perjalanan menuju SMP 131
|
|
10.00 – 13.00
|
Kegiatan Wawancara KJP
|
Ruang Lab. Fisika SMP 131
|
Setibanya di SMPN 131 Jakarta, karena Kepala sekolah tidak ada ditempat kami pun bertemu dengan Ibu Ida selaku Humas SMPN 131 Jakarta lalu kami mengisi buku tamu. Kemudian Ibu Ida langsung memanggilkan murid-murid KJP yang belum di wawancara sebanyak 17 orang. Setelah bekumpulnya murid-murid penerima KJP yang akan di wawancara, kami semua langsung menuju ruangan Lab Fisika untuk melakukan wawancara penerima KJP. Tidak terdapat kesulitan dalam melakukan interview murid-murid penerima KJP tersebut sehingga berjalan dengan cepat. Kami membagi menjadi 6 kelompok jadi satu anggota kami mewawancara beberapa murid. Di dalam Lab Fisika kami menjelaskan kepada murid – murid mengenai kedatangan kami di sekolah mereka, dan tanggapan mereka sangat baik kepada kami yang membuat kami begitu senang dapat bertemu dengan mereka. Anggota kami yang melakukan wawancara adalah Putri, Aslamia, Tyas, Nadya, Cika, dan Silmy, sedangkan Raisya mengambil dokumentasi dan Gerard berhalangan hadir.
![]() |
| Kami membagi menjadi beberapa kelompok |
![]() |
| Aslamia membimbing beberapa siswa penerima KJP |
![]() |
| Cika membimbing beberapa siswa penerima KJP |
![]() |
| Silmy membimbing beberapa siswa penerima KJP |
![]() |
| Nadya membimbing beberapa siswa penerima KJP |
![]() |
| Tyas membimbing beberapa siswa penerima KJP |
![]() |
| Putri membimbing salah satu siswa penerima KJP |
Setelah murid – murid selesai kami wawancarai, ternyata terdapat 1 murid yang belum kami wawancarai, lalu kami meminta tolong kepada salah satu murid di SMP 131 yang lewat depan Lab. Fisika untuk memanggilkan murid tersebut yang bernama Hafish. Akhirnya tidak lama kemudian Hafish datang dan kami wawancarai, setelah Hafish kami wawancarai kami mengecek kembali apakah masih terdapat murid yang belum kami wawancarai, dan ternyata sudah semua murid kami wawancarai. Setelah kami mewawancai semua murid SMA 131, kami menunggu Ibu Ida yang sedang mengajar murid kelas 8. Sambil menunggu Ibu Ida kami menemui Bapak Angga untuk meminta foto untuk dokumentasi kami karena kami belum sempat melakukan foto bersama di hari kami melakukan validasi 8355 dengan Pak Angga.
![]() |
| Tyas - Putri - Aslamia - Pak Angga (Operator Sekolah) - Nadya - Raisya - Silmy |
Waktu menunjukkan pukul 13:00 dan Ibu Ida telah selesai mengajar murid kelas 8, kami langsung menghampiri kelas dimana Ibu Ida mengajar, ternyata Ibu Ida belum selesai mengajar, beliau sedang memberikan ulangan harian. Kami meminta waktu Ibu Ida sebentar untuk berfoto bersama kami untuk dokumentasi kami. Setelah itu kami berpamitan pulang kepada Ibu Ida serta mengucapkan terima kasih karena telah membantu kami dalam melakukan tugas ini. Pada pukul 14:00 kami kembali ke Binus University dan itu menandakan telah selesainya tugas kami dalam melakukan Realisasi KJP di SMP 131.
Semua data yang telah kami dapatkan pada kegiatan keempat yang berlangsung selama 2 hari ini kami input ke dalam gdocs. Kami membagi tugas kepada 7 anggota untuk menginput data KJP siswa dan kepada ketua kelompok menginput data KJP sekolah serta validasi pendidikan dan verifikasi 8355 yang telah kami lakukan pada kegiatan 2.
a) Hasil Kegiatan Wawancara KJP Siswa dan Sekolah
- Hari pertama pada tanggal 22 Oktober 2015:
Mendapatkan hasil wawancara siswa penerima KJP di SMPN 131 Jakarta sebanyak 8 orang yaitu 6 orang kelas 8 dan 2 orang kelas 9 dan pihak sekolah yaitu wali kelas 9-4
- Hari kedua pada tanggal 28 Oktober 2015:
Mendapatkan hasil wawancara siswa penerima KJP di SMPN 131 Jakarta sebanyak 17 orang yaitu 5 orang kelas 8 dan 12 orang kelas 9
b) Kesimpulan dari Pelaksanaan Kegiatan
Kesimpulan dari kegiatan hari pertama pada tanggal 22 Oktober 2015 dan hari kedua pada tanggal 28 Oktober 2015 yaitu kami sudah mendapatkan semua data wawancara penerima KJP dan pihak sekolah di SMP 131 Jakarta Selatan. Kegiatan yang berkerja sama dengan TFI dan pemerintah DKI Jakarta ini berkaitan dengan salah satu pembelajaran kami pada CB Professional development yaitu etika profesi. Kami mengaplikasikan etika profesi yang mengajarkan kami bagaimana berperilaku etis dalam pekerjaan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga membuat kami mempraktekkan bagaimana berkomunikasi dengan orang lain terutama dalam melakukan pekerjaan. Komunikasi tersebut kami praktekkan lewat siswa-siswa dan pihak sekolah yang kami wawancarai. Kami belajar bagaimana menyampaikan informasi agar sampai ke pendengar dengan baik dan kami belajar bagaimana menumbuhkan rasa percaya siswa-siswa dan pihak sekolah agar dapat memberikan informasi mengenai KJP kepada kami.
c) Next To Do
Setelah selesainya keempat kegiatan kami, kami berharap hasil yang kami dapatkan dapat dijadikan bahan evaluasi untuk dinas pendidikan terhadap sistem Kartu Jakarta Pintar. Kami sangat bangga dapat menyelesaikan tugas ini. Seperti yang kami dapatkan dari testimonial siswa-siswa dan pihak sekolah penerima KJP, kami juga berharap kemudahan yang didapat dari KJP bukan hanya untuk masyarakat Jakarta namun juga untuk seluruh Indonesia.

































