Saturday, May 30, 2015

Laporan Kegiatan 4

       Kegiatan keempat kami lanjutkan dalam pelatihan keempat pada tanggal 9 April 2015 dengan materi evaluasi pelatihan-pelatihan sebelumnya. Pada evaluasi ini, kami melakukan sharing dengan pemilik warteg mengenai cara mengajar kami dalam pelatihan sebelumnya. Ibu warteg, suaminya dan 2 orang karyawannya mengatakan bahwa cara pengajaran kami sudah baik, hanya saja kami masih kurang berpengalaman. Secara keseluruhan mereka memberikan respon yang baik dan menyatakan kepuasan dengan pelatihan yang kami berikan. Kami berharap pelatihan ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kemajuan Warteg 58 kedepannya.
         Pada sesi akhir, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu pemilik warteg, suaminya, dan 2 karyawannya yang sudah membantu kami menyelesaikan final project CB berkerja sama dengan TFI (Teach for Indonesia) ini. Selain itu, Ibu warteg juga mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang kami berikan kepada mereka. Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya final project ini dengan lancar dan tepat waktu.
       Dari kegiatan ini kami banyak sekali mengambil pelajaran yaitu bagaimana kita saling membutuhkan satu sama lain, bagaimana berhubungan dengan orang lain dengan baik, Selain itu, kami juga menyadari Mata Kuliah yang kami pelajari di bangku kuliah selama ini merupakan hal yang sangat berguna baik untuk dunia kerja nantinya maupun untuk lingkungan sekitar kita. Saya semakin bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan Tuhan kepada saya untuk bisa menduduki bangku kuliah. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Dian Anggraini Kusumajati selaku dosen CB kami di kelas yang sudah membimbing dan TFI yang sudah memberi kesempatan kepada kami dalam melaksanakan final project CB ini. Semoga final project ini dapat bermanfaat untuk semua pihak, baik lingkungan eksternal yang menjadi target sosialisasi, Bina Nusantara University, maupun untuk Mahasiswa/i.




Ibu Pemilik Warteg - Ivan - Agustina - David (dibelakang) - Linda - Cika


Laporan Kegiatan 3

       Kegiatan ketiga kami lanjutkan dalam pelatihan ketiga pada tanggal 8 April 2015 dengan materi Pengelolaan Marketing. Dalam usaha kecil seperti warteg, Ibu Warteg menyatakan beberapa kendala dalam pengelolaan marketing, seperti contohnya kesulitan dalam membuka usaha catering ialah pelanggan yang sangat sensitif dengan harga. Banyak pelanggan akan beralih apabila harga yang ditawarkan sedikit lebih tinggi dari tempat lain. Dari pernyataan Ibu Warteg tersebut dan kendala-kendala lainnya, kami merekomenasikan beberapa tips pengelolaan marketing, yaitu:
  • Konsisten
       Tidak perlu memaksa menurukan harga, namun tetap konsisten dengan kualitas harga makanan yang diberikan.
  • Promosi paling manjur tercipta dari mulut ke mulut.
        Menawarkan variasi menu yang lebih banyak, misalnya menyediakan nasi merah, untuk menarik lebih banyak pelanggan dan menyesuaikan dengan keinginan masing-masing pelanggan. Rasa merupakan kunci utama ramai tidaknya warung makan. Anda harus jeli terhadap kemauan konsumen. Bila mereka menginginkan variasi menu, tak perlu ragu, segera tambahkan.
  • Menyebarkan brosur yang menarik calon pelanggan
     Brosur yang mencantumkan menu makanan dengan harga miring dan buat kalimat semenarik mungkin seperti “Makan kenyang cukup Rp 8000”.


Karyawan Warteg - Ivan - Agustina - Cika (duduk) - Linda (dibelakang) - David

Laporan Kegiatan 2

       Kegiatan kedua kami lanjutkan di hari selanjutnya dalam pelatihan kedua pada tanggal 7 April 2015 dengan materi Pengelolaan Pembukuan. Kami menggunakan Akuntansi Dasar sebagai landasan pelatihan kali ini. Hanya saja, kami menyajikan dalam bentuk lebih sederhana agar dapat lebih dipahami oleh Ibu Warteg.
    Sebagian besar warteg hampir tidak mengetahui secara pasti berapakah keuntungan yang didapatkan dari bisnisnya tiap bulan. Bagi mereka prinsipnya sederhana, yakni sepanjang dapat menutup biaya bulanan usaha dan membiayai keperluan rumah tangga pribadi, itu saja sudah cukup. Pola pikir tersebut seutuhnya tidak salah, tetapi bila inginkan usaha dapat berkembang semakin besar baiknya pola pikir seperti ini harus diubah. Dalam menjalankan usaha warteg sebaiknya dilakukan pengelolaan keuangan, hal ini bertujuan agar pengelola warteg dapat mengetahui untung ruginya usaha yang dapat dijadikan evaluasi kedepannya agar usaha semakin maju.
    Menurut Ibu Warteg, biasanya mereka tidak pernah mencatat baik pemasukan maupun pengeluaran secara mendetail dan kebanyakan hanya mengandalkan ingatan dan pengalaman saja. Oleh karena itu, kami menyarankan beliau untuk mencatat kebutuhan dengan rapi di jurnal agar semua menjadi lebih terorganisir dan efisien.
          Berikut rangkuman materi yang kami sampaikan:
Buku kas setidaknya terdiri dari tiga atau empat kolom, yaitu kolom keterangan transaksi, debit (kas masuk), kredit (kas keluar) dan saldo. Beberapa buku kas tidak menyertakan kolom saldo, melainkan mencantumkan pada bagian bawah laporan kas. Anda bisa membuat sendiri kolom-kolom buku kas pada sebuah lembaran atau buku kosong atau membeli buku kas yang banyak tersedia di toko-toko buku. 


Penjelasan:
Kolom Keterangan (A) untuk mencatat penjelasan mengenai transaksi.
Kolom Kas Masuk (B) untuk mencatat jumlah penerimaan kas atau kas masuk.
Kolom Kas Keluar (C) untuk mencatat jumlah pembayaran kas atau kas keluar.
Kolom Saldo (D) untuk mencatat saldo kas, yaitu saldo kas awal + kas masuk - kas keluar.






Bapak Pemilik Warteg - Ibu Pemilik Warteg - Ivan - Cika - Linda - Agustina - David

Laporan Kegiatan 1

       Kegiatan ini dimulai dengan pelatihan pertama pada tanggal 6 April 2015 dengan materi Pengelolaan Inventory. Materi ini membahas bagaimana cara menyimpan bahan dan perlengkapan memasak dengan baik dan bersih. Dari pengelola warteg kami mendapatkan informasi mengenai kendala-kendala dalam mengelola bahan baku warteg, salah satunya kesulitan dalam mencari bahan baku yang murah karena harga bahan baku yang kini kian meningkat, sementara harga tidak mungkin dinaikkan. Berikut rangkuman pengelolaan inventory yang kami sampaikan:

a. Mengelola Inventory
  1. Perhatikan warteg lain, dari mana sajakah pemilik warteg membeli bahan baku yang mereka perlukan, lalu analisis dan bandingkan terhadap harga bahan-bahan kebutuhan mereka.
  2. Mencari pusat penyalur bahan baku partai besar yang memberikan bahan baku dengan harga murah. Utamakan kualitas, jangan pernah sedikitpun berpikir untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda dari bahan dengan kualitas biasa yang dijual dengan harga tinggi. Utamakan kepuasan pelanggan.
  3. Dalam hal pemilihan rekanan, sebaiknya lebih selektif dan memiliki daftar calon rekanan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, dapat membandingkan segi kelayakan harga dengan kualitas.
  4. Persiapkan berbagai kebutuhan atau peralatan yang dapat menunjang bisnis. Rincikan secara jelas apa-apa saja yang dibutuhkan.
b. Mengontrol Kualitas Produk
  1. Salah satu kelemahan dari usaha warteg adalah bahan bakunya tidak bertahan lama. Untuk mengatasinya, sajikan menu yang harganya murah dan pasti laku seperti brokoli, telor dadar, atau tahu tempe.
  2. Pastikan setiap fasilitas yang tersedia, baik dari hal-hal besar seperti meja, kursi sampai hal-hal kecil seperti piring dan sendok tersedia dengan bersih.
  3. Untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan, tentunya salah satu poin yang sangat penting adalah menggunakan bahan baku yang segar dan siap pakai. Untuk permulaan, Anda bisa melakukan survey ke pasar dalam membeli bahan baku. Anda perlu turun tangan sendiri dalam hal ini. Jangan sampai karena ingin mengemat biaya, Anda membel bahan seadanya. Bila Anda sudah memiliki langganan di pasar, bisa didekati untuk menjadi supplier kebutuhan warung Anda. Jadi Anda tak perlu repot-repot ke pasar lagi.
  4. Perhatikan juga menu yang laku dan tidak laku, analisis minat konsumen yang berkunjung ke warteg Anda.
  5. Selalu perhatikan kebersihan tempat, baik tempat konsumen menikmati makanan, dapur, ataupun tempat penyimpanan bahan baku.


Karyawan Warteg - Ibu Pemilik Warteg - Ivan - Cika - Linda - Agustina - David 





Rencana Awal Kegiatan

PENDAHULUAN
       Di tengah maraknya persaingan bisnis saat ini, tidak heran jika mempertahankan suatu usaha menjadi lebih sulit. Selain banyaknya kompetitor yang bermunculan, produk yang ditawarkan pun semakin banyak sehingga daya saing dituntut untuk semakin tinggi. Meski demikian, hal ini didukung oleh tingginya permintaan dari konsumen, sehingga ini bisa membuka peluang yang lebih besar untuk para pengusaha.
       Salah satu bisnis yang kini tengah dilirik adalah bisnis makanan/ kuliner. Selain startup yang relatif lebih mudah dan modal yang lebih kecil, semua orang pastilah butuh makan. Apalagi, sekarang makan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Tak heran sekarang banyak bisnis makanan bermunculan, mulai dari penjaja makanan kaki lima hingga restoran bintang lima.
       Akan tetapi, meningkatnya jumlah pemain di industri makanan menyebabkan tergesernya para pengusaha lama yang sudah bergerak di industri ini dan menyebabkan turunnya daya saing mereka. Banyak pengusaha kecil bisnis makanan yang memiliki keterbatasan modal dan pengetahuan tersisih dari persaingan dan mengalami penurunan jumlah penjualan.
         Salah satu bisnis kuliner kecil yang mulai tersisih adalah warteg. Kalau dulu warteg merupakan “primadona” di kalangannya, kini orang mulai beralih ke rumah-rumah makan yang menjamur. Hal ini tentu saja berakibat pada menurunnya omzet warteg, apalagi ditambah dengan keterbatasan yang dimiliki oleh usaha kecil seperti warteg.
         Beberapa kendala yang dialami warteg antara lain keterbatasan dana, keterbatasan sumber daya, dan keterbatasan pengetahuan. Karena warteg biasa didirikan tanpa perhitungan bisnis yang matang layaknya perusahaan mapan, kerap kali warteg tidak punya strategi dalam menghadapi kompetitor yang bermunculan.
       Oleh karena itu, kami sebagai mahasiswa manajemen Universitas Bina Nusantara ingin berkontribusi membantu para pengusaha warteg dengan ilmu yang telah kami pelajari di kelas. Hal ini akan kami wujudkan dengan cara membantu pengusaha warteg yang telah kami pilih untuk diberi pelatihan manajemen mengenai cara mengatur pembukuan, mengelola inventori, menjaring pasar, serta membantu mereka menyelesaikan kendala-kendala umum yang mereka hadapi.
       Project ini akan kami lakukan secara kontinyu dan bertahap melalui rangkaian pelatihan yang terpadu. Diharapkan ini dapat membantu pengusaha warteg dalam menghadapi persaingan yang ada sembari kami juga mengaplikasikan ilmu kami secara nyata di masyarakat.
  
TUJUAN
  • Membantu pengusaha warteg untuk mengatasi kendala bisnisnya.
  • Memberi pengetahuan dan keterampilan baru bagi pengusaha warteg.
  • Berkontribusi kepada masyarakat melalui ilmu yang kami miliki.
  • Ingin mempraktekkan ilmu yang kami pelajari di bangku kuliah.
  • Untuk memenuhi tanggung jawab kami terhadap mata kuliah CB.


RENCANA WAKTU DAN KERJA
       Kami berencana untuk menjalankan program kerja ini pada tanggal 31 Maret - 3 April (atau mungkin lewat, disesuaikan dengan kapan materi selesai) dengan durasi 1-2 jam di tiap pertemuan. Metodenya, kami akan mempraktekkan secara langsung materi pelatihan dan turun tangan membantu mereka dalam menjalankan bisnisnya.
      Warteg yang akan kami pilih lokasinya di sekitar Kemanggisan, di mana banyak pedagang makanan menjamur. Kami akan memilih warteg yang kami anggap sepi dan membantu mereka menjalankan operasional
          Kemungkinan, kami juga akan membawa alat bantu dan alat peraga untuk memudahkan proses pelatihan, seperti laptop, buku, kalkulator, dll.
            Berikut rincian materi yang akan kami sampaikan.
  1. Pelatihan mengelola pembukuan
  2. Pelatihan mengelola inventory
  3. Pelatihan mengenai marketing
  4. Pelatihan sesuai permintaan*
*Kami akan bertanya secara langsung mengenai kendala mereka dan menyusun materi sesuai ilmu manajemen untuk membantu mereka menyelesaikan kendala tersebut.



TIMETABLE
TANGGAL
MATERI
METODE PENGAJARAN
31 Maret 2015
Pengelolaan pembukuan
Diajarkan langsung dengan buku
1 April 2015
Pengelolaan inventory
Praktek hands-on
2 April 2015
Pengelolaan marketing
Mengajak brainstorming mengenai ide marketing
3 April 2015
Pelatihan sesuai permintaan
Disesuaikan

**Waktu akan disesuaikan dengan jam kuliah.
***Apabila ada pelatihan yang memerlukan lebih dari satu kali pertemuan, maka hari akan digeser ke hari berikutnya.

LOKASI
Warteg 58 di Kemanggisan (dekat Kampus Binus Syahdan)

ANGGOTA KELOMPOK
Linda (1701312003)
Agustina (1701316992)
Ivan Kristian (1701309841)
Cika Yolanda (1701364026)
David (1701316286)
-Kelas LI21-